Author Archive
Kaos Australia (Kuning)

Kaos Australia (Biru)

Kaos Afrika Selatan (Kuning)

Sejarah Kartu Merah dan Kartu Kuning

Apakah penggunaan kartu merah dan kuning sudah dikenal begitu sepak bola modern muncul? Jawabannya tidak. Kartu merah dan kuning baru diperkenalkan di Piala Dunia 1970 Gan.
Namun, inspirasinya muncul pada Piala Dunia Tahun 1966. Pada perempat final antara tuan rumah Inggris lawan Argentina. Wasit yang memimpin pertandingan itu berasal dari Jerman, yakni Rudolf Kreitlein. Karena melakukan pelanggaran keras, kapten Argentina, Antonio Rattin, dikeluarkan oleh Kreitlein. Namun, Rattin tak paham apa maksud wasit asal Jerman itu. Dia pun gak langsung segera meninggalkan lapangan.
Wasit Inggris yang ikut bertugas di pertandingan itu, Kn Aston, kemudian masuk ke lapangan. Dengan sedikit modal bahasa Spanyol, dia merayu Rattin untuk meninggalkan lapangan. Sebab, wasit yang memimpin pertandingan, Rudolf Kreitlein, memutuskan begitu. Karena hanya tahu bahasa Jerman dan Inggris, ia kesulitan menjelaskan keputusannya kepada Rattin. Karena kasus ini, Ken Aston kemudian berpikir. Harus ada komunikasi universal yang bisa langsung diketahui semua orang, ketika wasit memberi peringatan kepada pemain atau mengeluarkannya dari lapangan. Sehingga, wasit tanpa harus membuat penjelasan dengan bahasa yang mungkin tak diketahui pemain.
Sekitar 650 Ribu Tiket Masih Belum Laku

London – Dengan Piala Dunia tinggal berjarak kurang dari tiga bulan lagi, sejumlah besar tiket yang dialokasikan ternyata belum terjual. Ini dicatat sebagai yang pertama dalam sejarah Piala Dunia moderen.
Sekitar 650 ribu dari total 2,95 juta tiket yang dilempar ke pasar ternyata masih belum laku. FIFA pun mengakui bahwa kegagalan menjual tiket itu pertama kalinya terjadi di dalam gelaran Piala Dunia modern.
Terhadap jumlah sisa tiket saat ini, Mirror lantas membandingkan dengan penjualan di Piala Dunia 2006. Saat itu total 64 laga di ajang tersebut diburu 15 juta peminat tiket padahal hanya ada 3,4 juta kursi yang bisa diisi.
Saat ini ditemui situasi yang kontras. Bayangkan saja, dari 570 ribu tiket yang dikirimkan ke 31 negara peserta –tentu minus Afrika Selatan si tuan rumah– rendahnya animo fans membuat 330 ribu tiket –58 persen– tak terjual.
Inggris, salah satu tim yang dikenal punya suporter luar biasa, bahkan hanya bisa menjual 28 ribu tiket dari total alokasi 29 ribu tiket. Artinya ada seribu tiket sisa.
Direktur Hubungan Internasional Suporter Sepakbola Inggris Kevin Miles menyebut bahwa harga tiket pesawat, biaya hotel dan transportasi, turnamen musim dingin dan faktor keamanan membuat animo nonton langsung di Afrika Selatan sudah menurun ketimbang empat tahun lalu.
“Bahkan alokasi tiket kami sulit dijual. Negara-negara lain juga kesulitan menjual jatah tiket mereka,” kata Miles.
sumber : detik.com
Goodbye, Becks
.jpg)
Milan – Buyar sudah mimpi dan kerja keras David Beckham untuk bisa tampil di Piala Dunia 2010. Ia divonis absen enam bulan karena cedera engkel, dan itu otomatis menutup kesempatan main di Afrika Selatan.
Seperti diberitakan sebelumnya, Beckham mendapat masalah di achilles tendon engkel kirinya saat AC Milan menang 1-0 dari Chievo Verona, Senin (14/3/2010). Insiden itu terjadi pada menit ke-85 saat Beckham tengah mau menendang. Ia mengerang kesakitan dan langsung menuju ke bench.
Usai laga, kabar buruk harus diterima Beckham karena cedera yang dialaminya terhitung parah dan ia pun harus segera masuk ke ruang operasi pada hari Senin (15/3) atau Selasa (16/3) ini. Untuk menyembuhkan cederanya itu, Beckham harus terbang ke Finlandia untuk menemui dokter spesialis Sakari Orava.
“Beckham mungkin akan absen selama lima atau enam bulan,” tegas wakil presiden Rossoneri, Adriano Galliani, kepada Sky Italia.
“Saya melihatnya sangat menderita, ia terlihat sangat kesakitan. Di ruang ganti, saya memeluknya dan meyakinkannya kalau ia bisa bertahan bersama kami musim depan jika ia menginginkannya,” sambungnya lagi.
Ya, Beckham saat ini memang dalam status sebagai pemain pinjaman dari LA Galaxy selama enam bulan. Niat Beckham ke Seri A adalah agar dirinya lebih mudah dipantau oleh Fabio Capello dan bisa masuk ke skuad Inggris di Afrika Selatan Juni-Juli nanti.
Namun, apa hendak dikata, Seri A-lah yang akhirnya menamatkan peluang winger usia 34 tahun itu untuk tampil di Piala Dunia. Becks pun mungkin hanya bisa meratapi nasibnya serta menjadi penonton saat Steven Gerrard dkk beraksi di sana.
“Beckham datang ke Milan agar bisa dipanggil Fabio Capello untuk Piala Dunia. Tapi inilah yang namanya ketidakberuntungan dalam sepakbola. Tapi Beckham punya mental kuat untuk itu,” pungkas Galliani.
Sumber : http://pialadunia.detiksport.com/read/2010/03/15/073514/1318119/439/goodbye-becks
